Wah lama juga tidak mencurahkan isi hati, hehe, saya kira tidak terlalu penting mungkin, namun tidak berlaku untuk saya dan untuk orang-orang terpercayai. Hari ini begitu saya sudah diyakinkan oleh seorang agen telemarketing, dengan tawaran yang ditujukan yang tentunya amanat dari perusahaan yang memberi penghargaan atas prestasinya. Sungguh, meyakinkan seseorang itu ternyata pekerjaan yang gampang-gampang susah, gampang apabila kita sudah siap dengan fakta dan kejelasan kita akan hal yang kita akan sampaikan, susahnya? Bisa jadi fakta yang ada, versi kita, tidak sebegitu mudah dipercayai atau bahkan sama sekali tidak dipercayai. Yang begini saja susah, apalagi dengan karangan yang dianggap fakta, bila dipercayai, tidak terbayangkan nantinya bila terkuak, reputasi bisa jadi taruhan, dan bila sama sekali memang tidak dipercayai, memang begitu idealnya.
Jadi bagaimana dan apa yang harus kita pilih kalo kita melihat karangan hanyalah hasil tertunda yang akan sia-sia dan sangat merugikan. Saya kira gampang dan susah meyakinkan seseorang bila kita benar-benar tulus pada niatan dan misi yang benar, saya kira hasilnya akan mudah, bersyukur bila informasi kita diterima, dan apabila tidak, kita masih bisa bersyukur, memiliki kesempatan memberikan informasi yang benar-benar berguna bagi orang lain.
Beberapa minggu yang lalu, saya sempat melakukan transaksi dengan seseorang di Surabaya, saya tertarik dengan barang yang beliau tawarkan, dan beliau juga awalnya sudah melakukan promo via internet. Akhirnya ditemukanlah kita pada suatu percakapan di udara, semua spesifikasi sudah dijelaskan meski hanya lewat gambar di posting beliau, sehingga saya hanya menanyakan hal-hal detil yang belum dijabarkan. Intinya saya sudah deal dan informasi tambahan dari beliau juga saya rasa sudah cukup meyakinkan saya, dalam pikiran dan hati saya ga sedikitpun terbersit keraguan, mungkin tertutup dengan insting nafsu manusia yang pengen cepet-cepet hehe, alhasil kata deal terjadi. Barang datang, dan setelah cek di hari kedua, ternyata ada masalah, dari sisi fisik apa yang ditampilkan di posting memang sesuai kondisi, namun secara fungsional ada yang cacat. Akhirnya saya masih berharap ada solusi dari beliau, saya menghubungi kembali, dan setelah lewat sangkalan dan perdebatan yang sehat dan berdasar, dan dalam pikiran saya, ya sudahlah, yang penting kita sama-sama ikhlas, beliau mau membantu semampunya dan saya juga akan menerima bantuan tersebut dan menggunakannya untuk memperbaiki kerusakan. Memang biaya untuk kerusakan jatuhnya 4 kali lipat dari keikhlasan beliau menyumbang, tapi ya sudahlah, komitmen harus dipegang dan ditegakkan, bila sudah ada niatan ikhlas apa lagi yang akan kita tuntut, jawabannya TIDAK ADA..
Baik hanya sekedar pencerahan untuk diri sendiri, dan mungkin jadi santapan jiwa untuk kawan-kawan, di sini saya berbagi dan menyimpulkan "semakin percaya orang lain kepada kita, makin bernilai diri kita. Harga tinggi sebuah kepercayaan".