Habis diangkat dari air, gara-gara jatuh saat sepedaan di sawah, HD2 saya speakernya kadang-kadang hilang suaranya. Sebagai pengalaman, saya tidak langsung menyalahkan h/w, harus dicoba dulu dicek dari sisi OS-nya. Entah mengapa setiap saya ganti OS atau refresh saja, speaker selalu normal kembali, berarti anggapan saya suspect masalah di OS benar.
Sampai suatu ketika, masalah timbul lagi, dan dari case yang sudah, mengganti OS tidak menyelesaikan masalah. Akhirnya saya putuskan untuk bongkar dan Alhamdulillah, tutorial juga sudah ada, bisa disaksikan sendiri di video Youtube berikut ini :
Modalnya dari tutorial tersebut, ESD (ElectroStatic Discharge) wrist strap, Torx T5 dan pembukan dari plastik yang ujungnya tumpul. Dengan peralatan seadanya maka cukup dengan Torx T5 dan kuku jari saja dan HD2 terbuka dengan sempurna.
Setelah dicek ternyata benar, pin speaker yang bentuknya spiral/per, pada ujungnya terhalang kotoran debu halus, sehingga koneksi ke plane board mesinnya tidak sempurna. Dibersihkanlah dengan alcohol dan cotton butt, dan sukses, speaker menyalak lagi. Tidak perlu membeli speaker baru (konon harganya plus pasang, kalau tidak salah ingat 300rb-an) dengan cara yang berani, teliti dan presisif ini.
Yang menarik di sini, pin untuk speaker HD2 bentuknya spiral, hal ini kalau dilihat dari segi bentuk, akan menghasilkan suara yang lebih soft/halus. Getaran pada membran speaker akan dikompensasi oleh pergerakan osilasi daripada spiral, pin tetap menempel pada PCB plate dan kehalusan suara masih terjaga.
Tambahan, sekedar me-refresh kembali, source untuk dismantle guide : http://www.mikechannon.net/
Baik sekian, hanya sharing saja, semoga menambah wacana baru.
Sampai suatu ketika, masalah timbul lagi, dan dari case yang sudah, mengganti OS tidak menyelesaikan masalah. Akhirnya saya putuskan untuk bongkar dan Alhamdulillah, tutorial juga sudah ada, bisa disaksikan sendiri di video Youtube berikut ini :
Modalnya dari tutorial tersebut, ESD (ElectroStatic Discharge) wrist strap, Torx T5 dan pembukan dari plastik yang ujungnya tumpul. Dengan peralatan seadanya maka cukup dengan Torx T5 dan kuku jari saja dan HD2 terbuka dengan sempurna.
Setelah dicek ternyata benar, pin speaker yang bentuknya spiral/per, pada ujungnya terhalang kotoran debu halus, sehingga koneksi ke plane board mesinnya tidak sempurna. Dibersihkanlah dengan alcohol dan cotton butt, dan sukses, speaker menyalak lagi. Tidak perlu membeli speaker baru (konon harganya plus pasang, kalau tidak salah ingat 300rb-an) dengan cara yang berani, teliti dan presisif ini.
Yang menarik di sini, pin untuk speaker HD2 bentuknya spiral, hal ini kalau dilihat dari segi bentuk, akan menghasilkan suara yang lebih soft/halus. Getaran pada membran speaker akan dikompensasi oleh pergerakan osilasi daripada spiral, pin tetap menempel pada PCB plate dan kehalusan suara masih terjaga.
Tambahan, sekedar me-refresh kembali, source untuk dismantle guide : http://www.mikechannon.net/
Baik sekian, hanya sharing saja, semoga menambah wacana baru.



0 komentar:
Poskan Komentar