Hehe istilah yang menggelitik, sudah sering banget saya denger. Maksudnya "Android makan pulsa" ini, banyak user umumnya yang baru pakai Android OS, mengeluh, kok semenjak pakai android pulsa jadi tiba-tiba terpotong. Ga dipakai ekstrim usage (banyak nelpon, sms, sering browsing dsb.) dan perasaan user-nya pemakaian wajar-wajar saja.
Jaman ini smartphone bukan barang ilith lagi (mewah), dengan uang 1 juta lebih sedikit (atau bahkan lebih murah), kita bisa membawa pulang handphone dengan OS Android, atau Windows Mobile, istilahnya sekarang sudah sangat terjangkau. Disebut smartphone karena kemampuannya yang powerfull, di era cloud computing, real time data update dan synchronization hingga media social networking, hampir semua sudah bisa di support. Jika, maaf, orang yang melek teknologi, yang namanya "real time update dan sinkronisasi" akan memerlukan koneksi data yang selalu live atau aktif. Aktif secara terlihat (bisa kita lihat proses upload download-nya) hingga yang tidak terlihat atau berjalan di background. Di sinilah point-nya, koneksi data akan membutuhkan pemakaian kanal data dan juga download data sekian byte yang tentunya sudah ada itung-itungannya (price) yang ditentukan oleh service operator.
Ada beberapa orang yang kadang tidak memperhatikan hal ini, intinya bagaimana kita menggunakan handphone dengan smart, memahami setiap fiturnya, mampu mengendalikannya (melakukan setting parameter). Jangan sampai kita kalah pinter dengan device kita, kita harus lebih smart. Oke, untuk kasus Android OS, kita bisa cek di settings account and "sync", ya sync = sinkronisasi, bila pilihan ini diaktifkan, sadar tidak sadar device akan terus melakukan sinkronisasi data melalui kanal data, otomatis kita di charge untuk layanan ini. Kemudian yang kedua, aplikasi dan games, contohnya yang pertama email, di situ ada setting update frequency, kalau kita pilih auto, maka data email akan ditarik secara "real time", atau periodis setiap sekian jam sekali, sama saja istilahnya ini namanya periodical synchronization. Sama halnya dengan aplikasi social networking, misal facebook, twitter atau Google+, di situ juga sudah ada setting parameter update frequency-nya.
Mungkin bisa saya simpulkan, "Pahamilah" device anda, lakukan "setting parameter" yang ada hubungannya dengan "sinkronisasi" atau "real time updating" atau "frequency updating". Bila Anda malas melakukan step tersebut maka gunakan "unlimited data plan" :D
Sekian,
Terimakasih
Jaman ini smartphone bukan barang ilith lagi (mewah), dengan uang 1 juta lebih sedikit (atau bahkan lebih murah), kita bisa membawa pulang handphone dengan OS Android, atau Windows Mobile, istilahnya sekarang sudah sangat terjangkau. Disebut smartphone karena kemampuannya yang powerfull, di era cloud computing, real time data update dan synchronization hingga media social networking, hampir semua sudah bisa di support. Jika, maaf, orang yang melek teknologi, yang namanya "real time update dan sinkronisasi" akan memerlukan koneksi data yang selalu live atau aktif. Aktif secara terlihat (bisa kita lihat proses upload download-nya) hingga yang tidak terlihat atau berjalan di background. Di sinilah point-nya, koneksi data akan membutuhkan pemakaian kanal data dan juga download data sekian byte yang tentunya sudah ada itung-itungannya (price) yang ditentukan oleh service operator.
Ada beberapa orang yang kadang tidak memperhatikan hal ini, intinya bagaimana kita menggunakan handphone dengan smart, memahami setiap fiturnya, mampu mengendalikannya (melakukan setting parameter). Jangan sampai kita kalah pinter dengan device kita, kita harus lebih smart. Oke, untuk kasus Android OS, kita bisa cek di settings account and "sync", ya sync = sinkronisasi, bila pilihan ini diaktifkan, sadar tidak sadar device akan terus melakukan sinkronisasi data melalui kanal data, otomatis kita di charge untuk layanan ini. Kemudian yang kedua, aplikasi dan games, contohnya yang pertama email, di situ ada setting update frequency, kalau kita pilih auto, maka data email akan ditarik secara "real time", atau periodis setiap sekian jam sekali, sama saja istilahnya ini namanya periodical synchronization. Sama halnya dengan aplikasi social networking, misal facebook, twitter atau Google+, di situ juga sudah ada setting parameter update frequency-nya.
Mungkin bisa saya simpulkan, "Pahamilah" device anda, lakukan "setting parameter" yang ada hubungannya dengan "sinkronisasi" atau "real time updating" atau "frequency updating". Bila Anda malas melakukan step tersebut maka gunakan "unlimited data plan" :D
Sekian,
Terimakasih



nice advice ... simple but need to know
BalasHapusTerimakasih Mas, salam kenal, mudah-mudahan bermanfaat...
BalasHapus